Rabu, 08 Juni 2011

:: Lesson Of Life ::


I feared being alone until I learned to like myself.
I feared failure until I realized that I only fail when I don’t try.
I feared success until I realized that I had to try in order to be happy with
myself.
I feared people’s opinions until I learned that people would have opinions about
me anyway.
I feared rejection until I learned to have faith in myself.
I feared pain until I learned that it’s necessary for growth.
I feared the truth until I saw the ugliness in lies.
I feared life until I experienced its beauty.

I feared death until I realized that it’s not an end, but a beginning.
I feared my destiny, until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love until it touched my heart, making the darkness fade into endless
sunny days.
I feared ridicule until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future until I realized that life just kept getting better.
I feared the past until I realized that it could no longer hurt me.
I feared the dark until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light until I learned that the truth would give me strength.
I feared change, until I saw that even the most beautiful butterfly had to
undergo a metamorphosis before it could fly.
~Bobbete Bryan
 
Aku takut sendirian sampai aku belajar seperti diriku.
Aku takut kegagalan sampai aku menyadari bahwa saya hanya gagal jika saya tidak mencoba.
Aku takut kesuksesan sampai aku menyadari bahwa aku harus mencoba untuk menjadi bahagia dengan
sendiri.
Aku takut pendapat orang sampai aku belajar bahwa orang-orang akan punya pendapat tentang
padaku.
Aku takut penolakan, sampai aku belajar untuk memiliki iman dalam diri saya.
Aku takut sakit sampai aku belajar bahwa itu perlu untuk pertumbuhan.
Aku takut kebenaran sampai aku melihat keburukan dalam kebohongan.
Aku takut hidup sampai aku mengalami keindahannya.

Aku takut kematian sampai saya menyadari bahwa itu bukanlah suatu akhir, tapi sebuah awal.
Aku takut takdir saya, sampai saya menyadari bahwa saya memiliki kekuatan untuk mengubah hidup saya.
Aku takut benci sampai aku melihat bahwa semuanya itu tidak lebih dari kebodohan.
Aku takut cinta sampai menyentuh hatiku, membuat kegelapan memudar menjadi tak berujung
cerah hari.
Aku takut ejekan sampai saya belajar bagaimana untuk tertawa pada diriku sendiri.
Aku takut menjadi tua sampai saya menyadari bahwa saya memperoleh kebijaksanaan setiap hari.
Aku takut masa depan sampai aku sadar bahwa hidup terus membaik.
Aku takut masa lalu sampai aku menyadari bahwa hal itu tidak bisa lagi menyakiti saya.
Aku takut gelap sampai aku melihat keindahan cahaya bintang.
Aku takut cahaya, sampai aku belajar bahwa kebenaran akan memberiku kekuatan.
Aku takut perubahan, sampai aku melihat bahwa bahkan yang paling indah kupu-kupu harus
mengalami metamorfosa sebelum bisa terbang.
~ Bobbete Bryan

Selasa, 07 Juni 2011

,,WaaH...GiMana Nih MuslImaH PesanTreN..

...aKu UdaH TerLalu serINg TeLaT shaLat...
ALias GaK pada wakTuNya...
SemeNjaK keLuaR darI Ma'had...UgHh...MaKin gaK disiPlin...
GaK ada LaGi Lomba TaHajjUdan...DhUha-aN..Puasa-An...
Yang ADa maLah lebIh coNdoNg Ke HuBbudUnYa...
Gaya..Gaya..gaya...
deMi memenUhi " PeNAmPilan" caNTik..
MuaK ya...RasanYa gaK MufIid Amat...

AkU TAu...JiLbab juga gaK memenUhi stanDart tutUp auRat..yaNg Iyanya TambaH tEmBus PandaNg..Imbang iMbang ma nggak pakE jiLbab...RamButNya tetaP aja NgIntIp..nGeLirIk kesana kesini...
KeMarIn aKu baru beLi sePaTu guNung, jiLbab Kombinasi Hitam PutIh jadi abu, trus jaKet...Trus MoNja Baju Modis...

Nafsu Mata SesaaT...yang sesaT dan menyesatKan..


beLum laGi amalan-amalan yang makin lama makin menyusut kayak buah pepaya busuk..
Imbasnya, yaitu adalah: bahwa dirIku makin serIng Merasakan jeNuh n BosaN..Itu karNa gak ada MashLahat yang terkandung pada lEbih banyak aktifitasKu...
 adaPun hal-hal yang kayaKnya daH tErlalu MeLampaUi batas kelayakan yaitu:
1. Shalat yang gak perNah Ontime
2. Baca Qur'an yang gaK kOntiniU alias tak RuTin..
3. PergaUlan bebas....hekkzz..
4. Pesta Pora
5. Gak mau tau..

Akibat yang ditimBuLkan
1. Pribadi yang gampang bosan
2. PribadI yang menghamba pada dUnia
3. Hati yang mengHitam
4. pRibaDi yang KuraNg berKualitas
5. TidaK BerKomPeTen
6. bagaI air dI daUn taLas
7. IntInya adalah
PRIBADI YANG NEGATIf...

Ouch...AstaGhFirULLa
DaH TerLampaU banYak Flek fLeK Hitam yang NuMpUk di HatIkU...

HoW COuLd it Be My "EXisTeNce"...?
Oh My God...I bEg YoUr ParDon..
Trus Juga yaNg gaK KAlah bahayaNya...
taraNg taraaaa.a.a.a.aNg..:

CINta-CiNtaaaN...Cinta MoNyEt KaLee....
Aku maLu ya AllaH...
T__T

...DaFtaR kehiduPan RaHimah...PaRt 2..

oIya..ketinggalan.....
Untuk pengeMbangaaN diRi...pada awal tahun kedua aku kUliah mulai memikirkan untuk masuk dan mudah mudahan aktif di organisasi eks-kampus...
But kErancuan akan organisasi mana yang akan kupilih, membuatku berfikir berlipat lipat...
dan itu cukup membuatku mumet setengah duduk...selain itu, membutuhkan waktu yang panjang...akhirnya hingga saat ini, aku masih belum tau..organisasi apa yang ingin aku ikuti sepenuh hati, seutuh diri....

Senin, 06 Juni 2011

...DaFtaR kehiduPan RaHimah...

Tau gak Sih...
Pas baca buku No Opportunity WasTed..RaSa raSaNya GeN LiaRKu muLai di PantIk...DaN hErannYa Ia LaNgsUng TerBakR daN akHirNya memBara...
BergemurUh..Ya..OmBaKKu muLai bergelOra...
Ternyata aKu terLalu banYak menentang hal naluriah yang seharusnya dipenuhi hajatnya...
HaL haL alami yang menjadi tuntutan jiwa ragaku...
SepErti: rUmah PoHon yang aku GiLai sedari kecil, dan bertambah gIla ketika NontOn fiLm "My HeaRt-nya Acha N iRwansyah.."
Nah...pada KeseMpataN yang amat Langka N kan menGuBaH hiduP setelah matikU.....Uupps...sOrrY...maksUdNya hiduP kEdePanKu..maka aKu Juag akana menyUsuri kemBalI kamPuNgKu....ha ha ha..gak nyambUng eUy...kayak Mudik aja..

intinya disini..disana..dan dimana-mana...aKu mo buat daftar kehidupanku...yang berupa mimpi tertunda..lOncatan-loncatan indah...yang bermuara pada "pengembangan diri keatas dan kebawah"...
Adapun hal hal yang brerkenaan denbgan yang ddibahas diatas adalah:
1. Aku pernah sangat amat sekali ingin mau mendaki gUnung..{ssstt..KeLihatannya sepele} n itu harus aku selesaiakn sebelum memasuki rentang usiaku menetap di IAIN semester lima. yang artinya pada semester 4 ini aku harus sudah merasai Indahnya berada dipuncak gunung....

2. Aku pErnah Juga bErfantasi Untuk menginap barang sehari di HoteL yang ada di pinggir pantai..yang jEndeLA kamarnya menghadap ke burunya laut....UUggHH...sUmpah...Indah banget...Dan ItU harus TerLaksana dalam wakTu dekat...

3. Aku juga Pernah merasa tercampakkan karena kalah pidato bahasa Inggris pada suatu kesempatan di kampusku, dan itu membuat rasa percaya diriku terjatuh dalam ke lubang kenistaan...ha ha ha...naH aku akan membalas dendam pada rasa sakit hatiku sendiri, agar bisa sekali lagi memenangkanb kompetisi bahasa Inggris.

4. sUatu hari di masa Lampau yang tidak terlalu lampau, aku pernah mengiming imingkan akan pergi seorang diri ke luar jawa..menginap di penginapan...hanya sendiri saja...tanpa seorang pun...

Bah...itu semua butuh biaya...waktu..n kesiapan,,,
Over All...tak ada Alasan untuk berdalih..

Mau atau tak mau..aku harus mewujudkan hal-0hal yang diatas...yang kalian lihat agak sepele...tapi itulah yang aku harapkan sedari dulu tadi hingga kini pun juga...

Wait For my ActiOn....

"Rahimah Yulia Fransiska"



Blogger Developers Network: Using OACurl to explore Blogger’s API

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000356247513

Jumat, 11 Februari 2011

Hukum Lelaki Mandul Yang Merelakan Istrinya Dibuahi Oleh Sperma Lelaki Lain


Oleh Prince of Jihad pada Kamis 30 April 2009, 04:58 PM

Seorang lelaki tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul), para dokter mengatakan bahwa ia tidak memiliki sperma. Lalu lelaki itu berangkat ke luar negeri dan menyetujui untuk mengambil sperma dari lelaki lain dan dibuahi pada rahim istrinya tanpa memberitahukan hal itu kepada istrinya. Singkat cerita istrinyapun hamil dan melahirkan tanpa mengetahui hakikat sebenarnya. Kemudian lelaki itu bertaubat kepada Allah, lalu menanyakan apa yang mesti ia dilakukan selanjutnya?

Alhamdulillah, pertanyaan ini telah kami ajukan kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau menjawab:

Anak tersebut tentunya bukan anak kandungnya!

Kemudian timbul pertanyaan lagi: Ia tentunya mengetahui bahwa sperma itu bukan berasal darinya!

Jawab: Anak tersebut tetap bukan anak kandungnya! Beberapa ahli ilmu menegaskan bahwa apabila lelaki yang berzina mengakui anak hasil perzinaannya itu sebagai anaknya maka anak tersebut diberikan kepadanya. Dalam kasus ini anak tersebut bukan dari benihnya. Tidak seperti lelaki pezina tadi yang mana anak hasil perzinaannya itu berasal dari benihnya, sementara dalam kasus ini bukan dari benihnya. Ia mesti menyerahkan anak tersebut kepada pemerintah atau meletakkan mereka di panti-panti asuhan atau lembaga-lembaga sosial lainnya yang bertanggung jawab mengasuh mereka.

Timbul tanggapan lagi: Kami katakan kepadanya: "Anda tidak boleh menasabkan anak tersebut kepada diri Anda!"

Jawab: Benar! Anda harus melepaskan anak tersebut dan menyerahkannya kepada pemerintah atau tetap dibiarkan bersama ibunya dengan syarat tidak dinisbatkan kepada diri Anda!

Timbul sebuah pertanyaan: Apakah hadits yang berbunyi: "Anak adalah hak si empunya ibunya!" Apakah dapat diterapkan dalam kasus ini?

Jawab: Tidak, tidak dapat diterapkan!

Kami memohon kepada Allah keselamatan dan afiyat. Ini merupakan sebagian kejahatan yang dilakukan masyarakat modern terhadap nasab dan kehormatan. Dan termasuk perkara yang telah merusak akal sehat manusia. Demikian pula perbuatan yang termasuk bencana kemanusian ini merupakan kemaksiatan dalam bentuk kebohongan, pamalsuan dan penipuan yang dilakukan oleh lelaki tadi terhadap isterinya. Bagaimana mungkin ia melakukan perbuatan yang secara syar'i diharamkan itu! Perbuatan yang bertentangan dengan kaidah syariat, di antaranya adalah pemeliharaan nasab. Dan juga bertolak belakang dengan kejantanan seseorang. Dan itu juga merupakan contoh terjelek bagi kerja sama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Serta termasuk kerja sama dalam kebatilan yang dilakukan oleh lelaki si penyumbang sperma, orang yang menjual sperma tersebut dan dokter 'nakal' yang menyetujui pelaksanaan operasi tersebut. Hanya kepada Allah sajalah tempat mengadukan keterasingan agama ini dan kekuasaan musuh-musuh Islam serta kaum fajir. Wallahu musta'an.

Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


Sarankan pengunjung lain untuk membaca tulisan ini juga.

Hukum Lelaki Mandul Yang Merelakan Istrinya Dibuahi Oleh Sperma Lelaki Lain

Abdullah bin Mubarak


Oleh Prince of Jihad pada Kamis 30 April 2009, 05:09 PM

Julukannya Abu ‘Abdirrahman, ayahnya orang Turki yang bekerja kepada seorang pedagang dari Bani Handzalah. Ibunya juga orang Turki dari suku Khawarizmi. Beliau dilahirkan tahun 118 H, ada yang berpendapat 119 H.

Dari Al Hasan, ia Berkata, “Ibunda Ibnul Mubarak adalah orang Turki. Kemiripan Ibnul Mubarak dengan orang Turki sangat mencolok. Kalau beliau membuka bajunya, tidak terlihat banyak bulu pada dada. Salah seorang keluarganya memberitahu aku bahwa beliau belum pernah Sekalipun masuk ke tempat pemandian.”

Rumah Ibnul Mubarak sangat besar, terletak di Marwa. Halaman rumahnya berukuran 50 x 50 hasta (1 hasta sekitar 50 cm). jika anda ingin melihat ahli ilmu, ahli ibadah dan lelaki berwibawa yang juga dihormati di Marwa, maka anda akan jumpai rumah tersebut. Setiap hari, banyak sekali orang yang berkumpul di rumahnya. Mereka bersama-sama mengkaji ilmu hingga ibnul Mubarak keluar dari kamarnyadan mereka pun berkumpul di sekeliling beliau. Ketika ibnul Mubarak pindah ke Kufah, maka beliau tinggal di sebuah rumah kecil. Biasanya beliau keluar untuk shalat, lalu kembali lagi kerumahnya. Beliau sangat jarang keluar rumah dan tidak pernah lagi didatangi banyak orang. Ketika itu, aku Berkata kepada beliau, “Wahai Abu Abdurrahman, tidakkah engkau merasa terasing disini, jika engkau bandingkan dengan rumahmu di Marwa?” beliau menjawab, “Aku menghindari marwa karena hendak menghindari sesuatu yang engkau sukai, dan sekarang aku tinggal disini karena menyukai sesuatu yang engkau membencinya. Dulu, saat aku di Marwa, tidak ada masalahpun kecuali mereka adukan kepadaku dan mereka mengatakan, “Tanyakan kepada Ibnul Mubarak, sedangkan di sini aku terbebas dari semua itu.”

“Jadilah orang yang tak dikenal, yang membenci ketenaran, dan jangan tampakkan bahwa dirimu tidak suka terkenal untuk mengangkat martabar diri. Sebab, kalau engkau mengaku-aku zuhud itu sama artinya kezuhudanmu telah roboh, karena engkau menyeret dirimu agar disanjung dan dipuji.”

Suatu hari aku bersama Ibnul Mubarak mendatangi amta air. Orang-orang biasa minum dari sini. Beliau mendekat ke mata air tersebut dan minum dari sana, Sementara orang-orang tidak mengenal beliau. Mereka berdesak-desakan dan mendorong beliau. Ketika beliau keluar dari sana, beliau Berkata kepadaku, “Seperti inilah hidup yang sebenarnya,” Maksud beliau ketika kita tidak dikenal dan tidak dihormati oleh orang lain.
Seorang ulama’ bernama ‘Abdurrahman bin Mahdi Berkata, “Kedua mataku tidak pernah melihat orang yang lebih tulus menasehati umat islam dari Ibnu Mubarak.”

Dari Husain bin Hasan Al Mirwazi ia Berkata, “Ibnul Mubarak Berkata, “Jadilah orang yang tak dikenal, yang membenci ketenaran, dan jangan tampakkan bahwa dirimu tidak suka terkenal untuk mengangkat martabar diri. Sebab, kalau engkau mengaku-aku zuhud itu sama artinya kezuhudanmu telah roboh, karena engkau menyeret dirimu agar disanjung dan dipuji.”

Dari Asy’ats bin Syu’bah Al Mushishi, ia berkata, “Suatu ketika Hurun Ar Rasyid datang ke Riqqoh (nama suatu daerah), lalu orang-orang keluar menyambut Ibnul Mubarak. Mereka berdesak-desakan hingga sandal-sandal putus dan debu berterbangan. Lalu muncullah seorang wanita, budak khalifah Harun Ar Rasyid, dari sebuh bangunan kayu. Ketika melihat orang-orang Begitu ramai, ia beratnya, “Ada apa?” orang-orang menjawab, “Orang alimdari KHurosan tiba di Riqqah, namanya ‘Abdullah bin Mubarak.” Maka wanita itu berkata, “Demi Allah, ini adalah raja, tapi bukan raja Harun yang tidak bisa mengumpulkan orang-orang kecuali dengan polisi dan tentara.”

Dari Qosim bin Muhammad, ia berkata, “Aku pernah berpergian bersama Ibnul Mubarak. Ketika itu, yang sering terlintas dalam pikiranku adalah, mengapa orang ini dilebihkan di atas kami sampai ia Begitu terkenal di kalangan manusia. Padahal, kalau dia shalat, toh kami juga shalat. Kalau dia berpuasa, kami juga berpuasa. Kalau dia berperang, kamipun juga berperang dan kalau dia berhaji, kamipun sama.”

Qosim melanjutkan, “Suatu malam, saat kami tengah melakukan perjalanan menuju Syam, kami makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampunya padam. Maka, salah satu dari kami keluar rumah untuk mencari penerangan. Tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa lampu. Maka aku lihat wajah Ibnu Mubarak, ternyata jenggotnya sudah basah dengan air mata. Melihat itu, aku Berkata dalam hati, “Kiranya dengan rasa takut seperti ini ia dilebihkan diatas kami.” Mungkin, ketika lampu padam dan suasana gelap gulita, beliau teringat hari kiamat.

Nu’aim bin Hammad Berkata, “Ibnul Mubarak lebih banyak duduk di rumah, maka ditanyakan kepada beliau, “Tidakkah anda merasa kesepian?” beliau menjawab, “Mana mungkin aku kesepian sementara aku bersama Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam (Yang beliau Maksud adalah bersama Hadits nabi shalallahu 'alaihi wasallam)

Demikianlah sekelumit kisah tentang sosok Ibnul Mubarak, tentunya masih sangat banyak riwayat-riwayat yang mengkisahkan tentang keagungan beliau. Semoga kita dapat senantiasa meneladai beliau amien. (Muhammad)

Reference: disariakan dari kitab “Bertakwa tapi tidak di kenal.”

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


Sarankan pengunjung lain untuk membaca tulisan ini juga.